Hukum “Mencium Tangan” Orang Shaleh

Sering kita dapati dalam lingkungan Pondok Pesantren/ Dayah, pada Majelis Ta’lim Umum yang disampaikan oleh seorang ulama besar, Syekh, Guree, dan orang-orang yang lebih tua dan shalih dengan maksud sebagai penghormatan terhadap orang tersebut dan hal ini telah menjadi budaya dalam komunitas masyarakat islam, maka menarik untuk dibahas tentang apakah hukum sebenarnya tentang hal mencium tangan ini namun disini tidak membahas dalil – dalil mengenai hukum mencium (mengecup tangan) orang – orang shaleh, tapi hanya menukil pendapat – pendapat Ulama mu’tabar yang menjadi ikutan ummat sejak dulu hingga sekarang.

Berikut pernyataan Ulama – ulama mu’tabar mengenai Hukum Taqbil (cium/kecup) tangan orang shalih:

1. Imam an-Nawawi Rahimahullah. Beliau berkata:
“Disunatkan mencium (mengecup) tangan orang shalih, orang zahid, orang alim dan semisalnya daripada Ahli akhirat” (al-Majmu’ IV/636, al-Maktabah asy-Syamilah)

2. Syaikhul Islam, Zakariya al-Anshari. Beliau berkata:
“Disunatkan mencium (mengecup) tangan orang shalih, alim, mulia, atau zahid sebagaimana dilakukan oleh para sahabat terhadap Rasulullah Saw.” (Syarh al-Barjah al-Wardiah, 14/202, al-Maktabah asy-Syamilah)

3. Imam ar-Ramli. Beliau berkata:
“Sungguh telah dijelaskan bahwa sesungguhnya disunatkan mencium (mengecup) tangan orang shaleh, bahkan kakinya” (Nihayatu al-Muhtaj, III/85, al-Maktabah asy-Syamilah)

4. Syaikhuna Ibnu al-Hajar al-Haitami.
Beliau menyatakan pernyataan yang sama seperti Ima ar-Ramli. (lihat: Tuhfatu al-Muhtaj, 15/101, al-Maktabah asy-Syamilah)

5. Imam al-Jamal
Beliau juga menyatakan pernyataan seperti diatas (Lihat: Hasyiah al-Jamal IX/180, al-Maktabah asy-Syamilah)

6. Sayyid al-Bakri. Beliau berkata:
“Disunatkan mencium (mengecup) tangan orang yang masih hidup karena keshalihannya atau semacamnya daripada perkara – perkara keagamaannya, seperti karena ilmu dan zuhud” (I’anatu ath-Thalibin, III/263, al-Maktabah asy-Syamilah)

7. Syaikh Musa al-Hijawi.
Beliau menyebutkan pernyataan yang sama dengan Sayyid al-Bakri (Lihat: al-Iqna’ Fi Halli alfadhi abi Syuja’, II/71, al-Maktabah asy-Syamilah)

8. Syaikh Syarbaini al-Khatib
Beliau juga menyebutkan pernyataan seperti diatas (Lihat: al-Iqna’ li asy-Syarbaini, II/408, al-Maktabah asy-Syamilah)

Demikianlah beberapa pernyataan ulama mengenai kesunnahan taqbil tangan ulama. semoga bermanfaat.

Wallahu A’lam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s