Belajar Jujur dengan Berpuasa

Oleh Ibnu Hajar Ibrahim

tgk Ibu hajarJUJUR merupakan sesuatu yang mudah diucapkan namun mengandung tantangan tinggi untuk dilakukan. Jujur juga merupakan sesuatu yang tidak mudah diperoleh dewasa ini. Di zaman canggih dan serba instant ini, kejujuran seakan tergerus oleh keinginan manusia untuk mendapatkan segala sesuatu secara instant. Pemikiran manusia yang didasari material juga menjadi pemicu sulitnya memperoleh kejujuran.

Ketidakjujuran lebih disebabkan karena manusia menganggap bahwa dirinya tidak diawasi oleh zat yang berwenang atas dirinya. Tak heran manusia berperilaku taat tatkala berada di hadapan manusia yang ditakuti namun bersikap masa bodoh bila manusia yang dimaksud tidak hadir di depan mata.

Agar berperilaku jujur, manusia harus selalu mendapat pengawasan. Pengawasan manusia tidak mungkin diserahkan kepada benda mati atau makhluk hidup lainnya. Pengawasan manusia juga tidak mungkin dilakukan secara sempurna oleh manusia lain. Hal tersebut disebabkan karena sebagai manusia, keduanya memiliki kekuatan yang sama disamping keterbatasan.

 Pengawasan Allah
Satu-satunya cara terampuh untuk mengawasi manusia adalah menyerahkan urusan tersebut kepada Zat Yang Maha Mencipta, mengawasi dan menguasai manusia dan alam ini yakni Allah. Kepada-Nyalah segala urusan seharusnya digantungkan dan dikembalikan.

Allah senantiasa mengawasi setiap gerak kehidupan seluruh makhluk termasuk manusia. Allah tidak pernah lupa atau lalai dalam mengatur dan menguasasi alam ini. Tidak ada satupun yang luput dari pengetahuan dan pengawasan-Nya.

Allah berfirman: “Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah: 255).

Agar berperilaku jujur, manusia harus memahami dan meyakini bahwa dirinya selalu berada dalam pengawasan Allah. Setiap manusia harus menghadirkan Allah dalam setiap gerak kehidupannya. Dengan meyakini adanya pengawasan Allah, manusia tidak akan berani berkata dan berbuat sesuatu yang tidak benar. Hasan Basri sebagaimana dikutip oleh Ary Ginanjar Agustian pernah berujar dalam sebuah puisinya: “Aku tahu Allah selalu melihatku, karenanya aku malu jika Allah mendapatiku melakukan maksiat”.

Puasa merupakan ibadah yang akan melatih manusia bertindak dan berkata jujur. Hal tersebut tidak lain karena puasa merupakan ibadah yang hanya diketahui oleh Allah dan pelaku semata. Tak seorangpun dapat memastikan bahwa seseorang itu sedang berpuasa atau tidak. Lemahnya gerakan tidak menjamin bahwa seseorang itu sedang berpuasa. Sebaliknya orang yang terlihat kuat atau sehat bugar juga tidak dapat dituduh tidak berpuasa. Karena tidak ada yang tahu, ibadah puasa digelar sebagai ibadah sirriyah yang berarti ibadah rahasia.

Sebagai ibadah rahasia, puasa akan melatih manusia bertindak jujur. Betapa tidak, di satu sisi manusia diperintahkan untuk melakukan ibadah tersebut dengan sebaik mungkin. Namun di sisi lain, ia dapat saja mengabaikan perintah tersebut tanpa seorangpun mengetahuinya. Keyakinan akan adanya pengawasan Allah menyebabkan manusia senantiasa berusaha melaksanakan ibadah tersebut sebaik mungkin. Sebaliknya, manusia yang tidak meyakini pengawasan Allah tidak akan segan-segan mengabaikan perintah-Nya. Bila pengawasan Allah yang maha mengawasi saja ia abaikan, masihkah ia dapat diharapkan berperilaku jujur dihadapan manusia yang dipenuhi berbagai kekurangan dan keterbatasan?

 Melatih kejujuran
Dengan berpuasa secara benar, manusia melatih dirinya untuk meyakini adanya pengawasan Allah dan bersikap jujur. Semakin lama berlatih, keyakinan tersebut semakin tertanam dan kejujuran akan semakin tumbuh. Sebaliknya, manusia yang mengabaikan perintah Allah akan semakin lupa terhadap adanya pengawasan Allah. Seiring berjalannya waktu, Ramadhan terus berlalu dan ia semakin terjebak dalam dosa yang terus membelenggu.

Forum Kalimasada dalam buku Kearifan Syariat menulis: “Andaikan semua orang mempertahankan sikap senantiasa diawasi Allah secara berkesinambungan hingga di luar Ramadhan, akan tercipta sebuah tatanan sosial yang selama ini dicita-citakan. Tidak akan terjadi tindakan melawan norma, hukum dan garis serta tatanan hidup lainnya. Semua orang merasa diawasi oleh Allah dan harus mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatan di hadapan-Nya.”

Adanya praktik korupsi dan berbagai bentuk penyelewengan lain sebagimana lazim kita saksikan selama ini menunjukkan, keyakinan akan pengawasan Allah belum tertanam dengan baik dalam hati sang pelaku. Satu-satunya zat yang mereka takutkan hanyalah manusia yang berwenang terhadap dirinya. Manakala manusia tersebut lupa, lalai atau tidak melakukan pengawasan, kesempatan dimanfaatkan untuk melakukan penyelewengan. Lebih parah lagi, pihak yang berwenang terkadang justru setuju dan secara bersama-sama melakukan penyelewengan. Bila praktik demikian yang terjadi, tak perlu heran bila jumlah penyelewengan yang terjadi di bumi ini tidak akan pernah berhenti.

Dengan melaksanakan ibadah puasa secara benar, setiap manusia telah mendidik dirinya untuk meyakini pengawasan Allah dan bersikap jujur. Modal tersebut akan sangat bermanfaat dalam mencapai berbagai kesuksesan. Bukan hanya itu, kesuksesan yang diusahakan dalam pengawasan Allah juga akan disertai dengan ridhaNya. Sungguh tidak ada sesuatu yang lebih berharga daripada mendapat keridhaan Allah Swt. Semua itu dapat diperoleh dengan melaksanakan perintah-Nya secara benar, termasuk ibadah puasa Ramadhan. Wallahu a’lam.

* Ibnu Hajar Ibrahim,

Guru Dayah Babussalam, Matangkuli, Aceh Utara.

Sekarang Menetap di Dayah Darul Aman Tungkop Darussalam

Dikutip :http://aceh.tribunnews.com/2013/07/19/belajar-jujur-dengan-berpuasa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s