URGENSI TAJHIZ MAYIT

A.Jika kita dapati keluarga kita meniggal dunia, yakinkan bahwa ruhnya telah berpisah dari jasadnya dengan melakukan langkah-langkah berikut;

1)Periksa detak jantungnya dengan meraba urat nadi daerah tangan atau leher.
2)Periksa nafasnya dengan didengarkan langsung pada hidung dan mulutnya, atau ambil cermin kemudian dekatkan pada hidung atau mulutnya untuk mendeteksi ada dan tidaknya uap air yang keluar dari keduanya.
3)Bila nadinya berhenti dan nafasnya sudah tidak terdeteksi menandakan secara klinis telah mati.
4)Untuk lebih meyakinkan periksa oleh petugas kesehatan untuk meyakinkan kematian secara medis.

B.Jika yakin sudah meninggal maka kewajiban kita sebagai muslim adalah melakukan Pengurusan atau pemeliharaan jenazahnya (mayatnya).

Pengurusan jenazah dalam bahasa arab disebut tajhiz al-janazah تجهيز الجنازة)) . Jenazah berasal dari kata arab, “janazah” yang berarti; 1) usungan (keranda), 2) mayat, 3) upacara yang diadakan oleh keluarga orang mati sejak kematiannya sampai penguburannya. Arti ketiga inilah yang dimaksud dengan tajhiz al-janazah karena menyangkut perkara ritual. Yang termasuk pengurusan jenazah yang paling pokok adalah sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat Ibnu Majah dan Ahmad dari ‘Aisyah, meliputi;

1)memandikan jenazah,
2)mengkafani jenazah,
3)mensholati jenazah,
4)dan menguburkannya jenazah.

Berikut hadits yang menyatakan hal tersebut:

“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pulang dari baqi kemudian menemuiku sedangkan aku sedang sakin kepala, dan aku mengatakan padanya dan mengangkatkannya (menyandarkan)dan dia berkata :” hai ‘Aisyah dan mengangkatnya: dan berkata lagi: ” Apa yang menimpamu ? kalau kau meninggal sebelumku maka aku yang akan memelihara mayatmu, aku yang akan memandikanmu, mengkafanimu,menyalatkanmu dan aku yang akan menguburmu”. ( H.R. Ibnu Majah dan Ahmad).

Keempat kegiatan tersebut merupakan suatu prosesi ibadah yang cara pelaksanaanya telah dituntun dan ditetapkan oleh Rasulullah saw. berdasarkan sabda-sabdanya (hadits) sehingga kewajiban bagi seorang muslim untuk mengikutinya apa-apa yang telah ditetapkan dan meninggalkan segala perkara yang tidak ditetapkan sebagaimana firman Allah SWT. dalam surat al-Hasr ayat 7;

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah; dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya”.(Al-Hasr :7)

Dan dalam sabda Nabi riwayat muslim ditegaskan;

” Apa-apa yang dilarang oleh Nabi atas kalian maka jauhilah dan apa-apa yang Nabi perintahkan untuk dilakukan maka kerjakanlah semampu kalian, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian celaka karena mereka banyak bertanya dan berselisih dengan nabi-nabi mereka “. ( H.R Muslim)

Adapun Urgensi atau maksud dan tujuan dari prosesi penyelenggaraan jenazah adalah;

1)Proses ta’abbudi yakni suatu kewajiban seorang hamba kepada Khaliknya (Allah Subhanahu wa Ta’ala ) sebagaimana ibadah-ibadah lainnya sebagai bukti ketaatan kepadanya.
2)Ittibaa’i ‘an al-Rasul, yakni mengikuti sunnah Rasullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai bentuk ketaatan kepada sunnahnya.
3)Takrimul muslimin yaitu penghormatan terhadap eksistensi seorang muslim yang mulia meskipun telah menjadi mayat.
4)Tazkiyatun an-nafsi yaitu prosesi pembersihan diri dari dosa baik bagi yang masih hidup yakni yang melakukan pemeliharaan jenazah dengan mendapat pahala dan diampuni dosa maupun bagi si mati yakni mendapat ampunan dosa karena dido’akan oleh yang hidup.
5)Tazakiratul maut yakni menjadi media pengingat kematian bagi orang yang masih hidup yang umumnya sering lupa bahwa dirinya akan mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s