Dayah: Antara Tradisi dan Modernisasi

foto0334Dayah: Antara Tradisi dan Modernisasi

            Ada dua tradisi dayah yang sudah mengakar dalam sistem pembelajarannya:pertama, pola pendekatan yang mengembangkan metode pembelajaran yang lentur dan luwes dalam melakukan transformasi nilai-nilai keagamaan. Terbukti dalam sejarah, dayah mampu menjadi lembaga pemersatu dan bersama masyarakat terus bertransformasi. Kedua,  tradisi keilmuan yang integral, yaitu mempelajari suatu ilmu yang saling terkait dengan ilmui-ilmu lain. Tradisi ini dapat dikembangkan terus sehingga tidak ada lagi dikhotomi ilmu dalam tradisi keilmuan Islam. Dengan demikian, dayah akan menjadi pelopor Islamisasi ilmu sehingga tidak ditemukan lagi perbedaan atau garis pemisah antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum. Dan ketiga, arah pendidikan dayah adalah tafaqquh fiddin sehingga melahirkan ulama-ulama yang handal dalam berbagai disiplin ilmu. Semangat keilmuan dayah dilandasi semangat keikhlasan, kesederhanaan, dan kemandirian.
            Di era modern, dayah dapat mengdopsi inovasi teknologi untuk menopang kualitas pembelajaran. Perangkat teknologi informasi merupakan sarana paling penting dalam pengembangan sistem pendidikan dayah zaman kini dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral Qur’ani. Memang, tak dapat dipungkiri bahwa setiap inovasi teknologi pasti melahirkan dampak ganda, antara manfaat dan mudharat. Di sinilah dayah berperan untuk membuat filter atau tangkal agar inovasi teknologi dapat memberikan nilai positif dan konstruktif bagi kehidupan santri dan lingkungan sekitar. Bagaimanapun, pemanfaatan teknologi pada zaman ini merupakan suatu keniscayaan di mana setiap orang pasti tidak dapat memisahkan diri darinya. Sebab itu, sebagai subsistem dunia global, dayah sekurang-kurangnya dapat beradaptasi dengan kemajuan teknologi tersebut tanpa harus mereduksi nilai-nilai yang dianut selama ini. Untuk itu, diperlukan kepekaan dan ketajaman analisis dalam mengantsipasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi sebelum inovasi teknologi diaplikasikan.
Strategi Pemanfaatan ICT
            Istilah Information and Communication Technology (ICT) suatu istilah yang biasa digunakan dalam jaringan global saat ini. Dalam kehidupan keseharian, setiap orang selalu menggunakan ICT sebagai media komunikasi dan bahkan media pembelajaran. Di berbagai lembaga pendidikan saat ini, ICT bukanlah barang asing. Dengan ICT proses pembelajaran belangsung efektif dan efisien walau dalam ruang yang sangat terbatas. Dengan ICT proses pembelajaran jarak jauh pun dapat terjadi. Strategi pembelajaran di dayah diharapkan dapat menerapkan prinsip ICT ini sehingga proses pembelajaran didasarkan pada komunikasi tiga arah: pertama, komunikasi antara guru dengan santri; kedua, komunikasi antara santri dengan sumber belajar; danketiga, komunikasi di antara para santri.
            . Para pakar pendidikan menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ketiga aspek tersebut. Kemudian, ditegaskan pula bahwa perancangan suatu pembelajaran dengan mengutamakan keseimbangan antara ketiga bentuk komunikasi tersebut sangat penting dalam lingkungan pembelajaran berbasis web. Dari sejumlah studi yang telah dilakukan menunjukkan bahwa internet dapat dipergunakan sebagai media pembelajaran. Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer (local and wide area network) dan komputer pribadi (stand alone) yang memungkinkan setiap komputer yang terhubungan kepadanya dapat melakukan komunikasi satu sama lain. Melalui internet memungkinkan dikembangkan e-learningdi berbagai lembaga pendidikan yang mempunyai perangkat atau jaringan komputer yang memadai.
            E-learning merupakan suatu teknologi informasi yang relatif baru di Indonesia. E-learning terdiri dari dua suku kata: “e” merupakan singkatan dari “electronic” dan “learning” yang berarti “pembelajaran”. Jadi, e-learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika, khususnya perangkat komputer. Karena itu, e-learning sering disebut dengan “online course”.
            Selanjutnya, fasilitas aplikasi internet sudah semakin meluas, sedikitnya terdapat lima aplikasi standar untuk keperluan pembelajaran: 1) e-mail, disebut juga surat elektronik yang merupakan fasilitas yang paling sederhana dan digunakan secara luas oleh pengguna (userinternet; 2) mailing list, merupakan perluasan dari penggunaane-mail di mana pengguna yang telah memiliki alamat e-mail dapat bergabung membentuk kelompok diskusi, memecahkan masalah bersama, dan saling berbagi informasi; 3) file transfer protocol, fasilitas ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mencari dan mengambil arsip file (download) baik berupa artikel, jurnal ilmiah,review buku, maupun hasil penelitian; 4)  news group, digunakan untuk melakukan komunikasi antara dua orang atau lebih secara serentak dalam waktu yang sama (real time) dan komunikasinya bersifat sinkron. Bentuk komunikasinya dapat berupa teks (visual), suara (audio), dan gabungan keduanya, teks dan suara (audio-visual). Fasilitas ini biasanya disebut chating; 5) world wide web (www), merupakan koleksi besar dengan berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia, yang dikembangkan dengan Hypertext Mark-Up Language (HTML), yang memungkinkan terjadinya koneksi (link) antar dokumen. World wide web bersifat multimedia karena merupakan kombinasi dari teks, foto, grafika, audio, animasi, dan video.
            Berdasarkan penelitian dan pengalaman sebagaimana yang telah dilakukan di banyak negara maju, pendayagunaan internet untuk pembelajaran dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu: 1) web course; 2) web centric course; 3) web enhanced course.
            Web course ialah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, di mana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Siswa dan guru terpisah, namun komunikasi antara siswa dan guru dapat dilakukan setiap saat. Bentuk web course tidak memerlukan adanya kegiatan tatap muka baik untuk pembelajaran maupun ujian, karena semua proses pembelajaran sepenuhnya dilakukan melalui internet, seperti e-mail, chating room, bulletin board, dan online conference.
            Web centric course adalah di mana sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet. Seperti halnya web course, siswa dan guru sepenuhnya terpisah tetapi pada waktu-waktu yang telah ditetapkan mereka dapat bertatap muka baik di sekolah maupun di tempat lain yang telah ditentukan.
Web enhanced course yaitu pemanfaatan internet untuk pendidikan, menunjang peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar di kelas. Bentuk ini dikenal dengan nama web lite course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s